Bitcoin, Ethereum, Solana, BNB Chain, dan puluhan lainnya. Kalau blockchain cuma buku besar bersama, kenapa jumlahnya banyak sekali, dan apakah penting kripto kamu ada di yang mana? Versi singkatnya: blockchain yang berbeda mengambil pilihan yang berbeda, dan masing-masing dibuat untuk jago di satu hal.
Satu Ide, Banyak Rancangan
Setiap blockchain berbagi gagasan inti yang sama: catatan bersama yang jejak perubahannya kelihatan dan tidak dikendalikan satu perusahaan pun (lihat panduan kami tentang apa itu blockchain). Yang membedakan adalah pilihan yang diambil perancangnya. Membangun blockchain berarti menyeimbangkan tiga hal yang saling tarik-menarik:
- Keamanan: seberapa sulit ia diserang atau dicurangi.
- Kecepatan dan biaya rendah: seberapa cepat dan murah transaksinya.
- Desentralisasi: seberapa tersebar dan mandiri jaringannya.
Tidak ada rancangan yang bisa memaksimalkan ketiganya sekaligus, jadi tiap blockchain condong ke sudut yang paling dipedulikan pembuatnya. Satu pertukaran itu saja sudah menjelaskan sebagian besar perbedaan yang akan kamu temui.
Chain Berbeda, Tugas Berbeda
Karena pertukaran itu, blockchain punya spesialisasi, mirip kendaraan berbeda untuk perjalanan berbeda:
- Bitcoin condong kuat ke keamanan dan desentralisasi. Ia sengaja dibuat konservatif, yang membuatnya jadi penyimpan nilai yang sangat kokoh tapi lebih lambat dan kurang lentur.
- Ethereum menambahkan kemampuan diprogram, sehingga orang bisa membangun aplikasi dan menerbitkan token di atasnya. Kekuatan itu bisa berarti biaya lebih tinggi saat sedang ramai.
- Chain yang lebih cepat dan lebih murah seperti Solana atau BNB Chain dioptimalkan untuk transaksi yang cepat dan berbiaya rendah, dengan kompromi yang berbeda untuk sampai ke sana.
- Jaringan layer-2 berada di atas chain seperti Ethereum untuk membuatnya lebih cepat dan lebih murah, sambil bersandar pada chain utamanya untuk keamanan. (Selengkapnya di panduan kami tentang layer-1 dan layer-2.)
Tidak ada satu pun dari ini yang sekadar “paling bagus.” Masing-masing paling bagus untuk sesuatu.
Apa Artinya Ini Buat Kamu
Dalam praktiknya kamu akan menyimpan kripto di lebih dari satu blockchain, dan itu sepenuhnya normal. Ada beberapa konsekuensinya:
- Tiap chain punya token native-nya sendiri untuk biaya, jadi sisakan sedikit dari masing-masing di tempat kamu bertransaksi (lihat gas fee).
- Jenis aset yang sama bisa tinggal di beberapa chain, dan berpindah antar chain adalah langkah tersendiri, yang jadi pelajaran berikutnya.
- Kamu tidak harus memilih satu favorit. Dompet multi-chain yang bagus seperti Zypto App membuat kamu bisa menyimpan dan memakai aset lintas banyak blockchain dari satu tempat.
Lanjut Terus
Berikutnya, kenapa token yang sama muncul di beberapa blockchain, dan bagaimana memilihnya. Untuk fondasinya, tengok lagi apa itu blockchain dan bagaimana kripto sebenarnya bekerja.

Cek apa yang sudah kamu pelajari
Cek cepat
3 pertanyaan. Jawab benar 2 dari 3 untuk lulus pelajaran ini. Lulus semua pelajaran untuk mendapatkan sertifikat yang bisa dibagikan. Coba lagi kapan saja; jawaban kamu tidak keluar dari perangkat ini.
Pelajaran selesai. Kerja bagus. Progres kamu tersimpan di perangkat ini.
1Kenapa blockchain jumlahnya lebih dari satu?
Chain yang berbeda dibuat untuk tugas yang berbeda, menyeimbangkan kecepatan, biaya dan keamanan dengan caranya sendiri.
2Chain mana yang secara objektif “paling bagus”?
Karena setiap rancangan adalah pertukaran, chain yang tepat tergantung tugasnya, bukan satu pemenang tunggal.
3Dua blockchain yang berbeda adalah:
Tiap blockchain menyimpan catatannya sendiri yang terpisah dengan aturannya sendiri.
Related topics





















